Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Hadir untuk “Invisible People” dalam Kunjungan ke SRT 44 Kebumen

KEBUMEN – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 44 Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul berdialog langsung dengan orang tua serta para siswa untuk menyampaikan makna besar di balik kehadiran Sekolah Rakyat.

Di hadapan para siswa dan wali murid, Gus Ipul menyinggung istilah “invisible people” yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, istilah tersebut merujuk pada kelompok masyarakat yang sebenarnya berada sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun kerap tidak terlihat, tidak tercatat, dan tidak terdengar oleh sistem.

“‘Invisible people’ itu bukan orang yang jauh dari kita. Mereka ada di sekitar kita, hidup dan berjuang. Tetapi sering kali luput dari perhatian dan tidak tercatat dalam sistem pembangunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga berdialog dengan dua siswa SRT 44 Kebumen, Anang yang telah kehilangan ibunya (piatu) serta Erni yang kini diasuh oleh pamannya. Ia menegaskan bahwa kondisi keluarga seperti yang dialami Anang dan Erni merupakan gambaran nyata kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya tersentuh program pembangunan.

Menurutnya, kisah Erni menjadi cerminan amanat konstitusi bahwa negara wajib hadir melindungi dan memberdayakan warga yang rentan melalui berbagai program sosial yang terintegrasi.

Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan formal. Program ini dirancang sebagai sistem pembinaan menyeluruh, di mana para siswa tinggal di asrama, mendapatkan pemenuhan gizi, pendampingan harian, serta pembentukan karakter dan keterampilan hidup.

“Di sini bukan hanya belajar akademik. Anak-anak dibimbing, dibentuk karakternya, dibekali keterampilan, dan dipastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam satu semester pelaksanaan, perubahan pada para siswa sudah mulai terlihat, baik dari sisi kedisiplinan, kepercayaan diri, hingga semangat belajar.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Sosial untuk memastikan Sekolah Rakyat benar-benar menjadi ruang harapan bagi anak-anak dari keluarga rentan, sekaligus wujud nyata kehadiran negara dalam menjangkau mereka yang selama ini nyaris tak terlihat.

Tim Redaksi

More From Author

Menko Polkam Djamari Chaniago: Guru Hebat Kunci Masa Depan Bangsa

Lanud Pattimura Gembleng 170 Pelajar Maluku Lewat Persami KKRI 2026, Tanamkan Jiwa Nasionalisme dan Bela Negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *