Ternate – Polres Ternate bersama Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dan International Organization for Migration (IOM) melaksanakan koordinasi Program Kampanye Informasi Publik tentang Migrasi Aman bagi awak kapal perikanan dan masyarakat pesisir, Senin (2/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate dan Mako Polres Ternate ini bertujuan untuk mencegah kejahatan lintas negara, khususnya pelintas batas ilegal dan praktik penyelundupan manusia (people smuggling) di wilayah hukum Polda Maluku Utara.
Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto melalui Kasi Humas Ipda Sudirjo menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Polri, IOM, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam meningkatkan pemahaman hukum serta kesadaran masyarakat pesisir terhadap risiko dan konsekuensi pelanggaran lintas negara.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh IOM tersebut berada di bawah penanggung jawab Kombes Pol. Juara Silalahi dari Divhubinter Set NCB. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan IOM Muh Asdar dan Zico Pestalozzi, perwakilan KKP Eva Suryaman, Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, serta Kepala PPN Ternate Kamarudin.
Dalam pertemuan dengan pihak PPN Ternate, Kombes Pol. Juara Silalahi menjelaskan bahwa kampanye migrasi aman difokuskan untuk memberikan edukasi kepada nelayan dan masyarakat pesisir agar tidak melakukan penangkapan ikan di wilayah negara lain maupun terlibat dalam praktik penyelundupan manusia. Kerja sama antara Divhubinter Polri dan IOM ini merupakan langkah preventif untuk menekan kejahatan transnasional, mengingat masih ditemukan kasus nelayan yang menangkap ikan di perairan Australia dan diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan orang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala PPN Ternate Kamarudin menyampaikan bahwa sebagian besar kapal perikanan asal Maluku Utara berukuran kecil sehingga jarang beroperasi hingga perairan Australia. Jika ditemukan nelayan asal daerah ini di wilayah lain, kemungkinan yang bersangkutan merupakan anak buah kapal dari kapal yang berasal dari luar Maluku Utara.
Dalam pertemuan terpisah dengan Kapolres Ternate, Kombes Pol. Juara Silalahi menegaskan bahwa program kampanye migrasi aman mendapat perhatian pimpinan sebagai langkah konkret pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan praktik illegal fishing di wilayah negara lain. Ia juga meminta agar setiap kasus TPPO yang ditemukan dapat ditangani secara profesional hingga tahap P-21. Selama dua hari, tim akan melaksanakan sesi kampanye langsung kepada para nelayan di PPN Ternate.
Sementara itu, Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto menyampaikan bahwa situasi keamanan di wilayah Maluku Utara secara umum dalam kondisi aman dan kondusif. Namun, dalam beberapa tahun terakhir sempat ditemukan kapal asing asal Filipina yang memasuki perairan Maluku Utara untuk melakukan penangkapan ikan secara ilegal.
Karena itu, sinergi antarinstansi dan penguatan pengawasan menjadi langkah penting dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan awak kapal perikanan dan masyarakat pesisir di Kota Ternate semakin memahami pentingnya migrasi yang aman serta tidak terlibat dalam aktivitas melanggar hukum, demi menjaga keamanan wilayah dan nama baik Indonesia di tingkat internasional.
Tim Redaksi





