HALBAR – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong percepatan dan pemerataan ekonomi rakyat melalui penguatan sektor riil, khususnya di kalangan nelayan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kampung Nelayan Desa Sidangoli Dehe, Selasa (3/3).
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa program KUR diharapkan mampu mendorong nelayan untuk naik kelas—dari sekadar bertahan menjadi berkembang, dari bergantung menjadi mandiri, serta dari sektor informal menuju profesional.
Menurutnya, pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator dengan membangun kolaborasi bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam penyediaan akses permodalan bagi nelayan melalui skema KUR.
“Maluku Utara memiliki sekitar 36 ribu nelayan. Setiap tahun, kurang lebih 200 kapal diberikan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan. Namun untuk pengembangan usaha, nelayan juga bisa memanfaatkan KUR,” ujar Sherly.
Ia menjelaskan, Pemprov membantu pengadaan mesin 15 PK bagi nelayan, sementara untuk pembelian kapal maupun mesin tambahan dapat diakses melalui KUR. Skema pinjaman pun dinilai ringan, dengan plafon Rp35 juta cicilan sekitar Rp600 ribu per bulan, Rp40 juta sekitar Rp700 ribu per bulan, dan Rp50 juta sekitar Rp900 ribu per bulan.
Melalui program ini, Gubernur berharap para nelayan di Maluku Utara semakin mandiri, terutama dalam pengelolaan usaha dan manajemen keuangan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi dialog antara pemerintah dan masyarakat. Sejumlah pertanyaan diajukan, mulai dari mekanisme pengajuan KUR hingga usulan bantuan ternak kambing.
Sebagai bentuk kepedulian, di akhir kegiatan Gubernur juga berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang hadir di lokasi acara. Kehadiran Sherly di tengah masyarakat kembali menunjukkan kedekatannya dengan berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan keluarga nelayan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemprov Maluku Utara dalam memperkuat simpul-simpul ekonomi rakyat berbasis potensi lokal dan kemitraan yang berkelanjutan.
Tim Redaksi





