Pemprov Malut Dukung Proyek Konservasi Rempah Kementan untuk Jaga Keaslian Cengkih dan Pala

TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Kementerian Pertanian RI melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) dalam menjaga kelestarian dan keaslian rempah khas Maluku Utara, khususnya cengkih dan pala.

Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir saat menerima audiensi tim BRMP Biogen Kementerian Pertanian RI di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Maluku Utara eks-Crisan. (5/2026).

Pertemuan itu membahas rencana pelaksanaan proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI), yakni program konservasi keanekaragaman hayati tanaman pangan dan perkebunan untuk pemanfaatan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Samsuddin mengungkapkan rasa bangga karena Maluku Utara menjadi salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang masuk dalam program berskala internasional tersebut, bersama Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah.

“Kita patut bersyukur karena Maluku Utara dipercaya menjadi bagian dari program ini. Keterlibatan FAO menunjukkan bahwa dunia internasional juga memberi perhatian terhadap kekayaan rempah dan sumber daya genetik yang dimiliki daerah kita,” ujar Samsuddin.

Menurutnya, proyek CDCSUI memiliki tujuan penting dalam menjaga keaslian komoditas rempah Maluku Utara yang selama ini dikenal dunia, terutama cengkih dan pala sebagai tanaman asli bumi Moloku Kie Raha.

Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian sumber daya genetik, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani rempah di Maluku Utara.

“Melalui proyek ini, kita ingin memperkuat identitas bahwa cengkih dan pala berasal dari Maluku Utara. Selain menjaga sejarah dan keaslian rempah kita, program ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat petani,” katanya.

Sementara itu, Kepala BRMP Biogen Kementerian Pertanian RI, Atekan menjelaskan bahwa proyek CDCSUI difokuskan pada konservasi berbasis sumber daya genetik agar kekayaan hayati Indonesia tetap terjaga dan tidak punah.

Secara nasional, proyek tersebut mencakup lima komoditas utama, yakni padi lokal, talas, ubi, cengkih, dan pala. Khusus di Maluku Utara, fokus utama diarahkan pada pengembangan dan pelestarian cengkih serta pala.

“Kita semua tahu Maluku Utara memiliki sumber daya genetik yang sangat penting untuk komoditas cengkih dan pala. Karena itu, daerah ini menjadi fokus utama dalam program konservasi rempah,” ungkap Atekan.

Ia menambahkan, proyek yang direncanakan berjalan hingga tahun 2027 itu akan dipusatkan di Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan dengan pendekatan langsung kepada petani melalui pembinaan dan pendampingan.

Menurutnya, program tersebut juga bertujuan meningkatkan nilai tambah produk rempah agar mampu bersaing di pasar global sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal.

“Kami ingin petani tidak hanya menjaga kelestarian rempah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari komoditas unggulan daerah ini,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama BRMP Biogen dan pemerintah kabupaten/kota kini terus membangun sinergi guna memastikan pelaksanaan proyek CDCSUI berjalan optimal dan berkelanjutan di lapangan.

Tim Redaksi

More From Author

Sekprov Malut Tekankan Sinergi dan Akurasi Data dalam Rakor Program Strategis Nasional

Wabup Halteng Pimpin Seleksi Calon Dirut Perumda Tirta 2026–2031

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *