TERNATE — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) menggelar kegiatan bedah buku dan diskusi bertajuk Islam, Rempah, dan Politik Global di Gedung Pascasarjana UMMU, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Ternate karena dinilai menjadi ruang penguatan literasi dan tradisi akademik di kalangan mahasiswa.
Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, Dekan FISIP UMMU Dr. Aji Deni, Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara Prof. Saiful Deni, serta dibuka langsung oleh Rektor UMMU Prof. Ranita Rope.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tauhid Soleman menyampaikan apresiasi kepada FISIP UMMU yang telah menginisiasi kegiatan akademik tersebut. Menurutnya, bedah buku bukan hanya ruang apresiasi terhadap karya ilmiah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat budaya membaca dan diskusi kritis di tengah masyarakat.
“Saya pikir ini menjadi tugas penting untuk menghidupkan kembali semangat literasi bagi mahasiswa kita. Mau tidak mau mahasiswa akan berupaya mencari buku, membeli buku, membaca, dan menemukan inti pokok dari buku tersebut,” ujar Tauhid Soleman.
Ia menegaskan, budaya literasi harus terus dibangun di lingkungan perguruan tinggi agar mahasiswa tidak hanya menjadi penikmat informasi, tetapi juga mampu memahami substansi dan melahirkan pemikiran kritis.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya sejarah rempah dan Islam dalam perjalanan peradaban dunia, khususnya posisi Ternate dan Maluku Utara sebagai pusat perdagangan rempah yang memiliki nilai strategis sejak masa lampau.
Menurutnya, identitas Ternate sebagai “Kota Rempah” harus terus diperkuat melalui kegiatan akademik, penelitian, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis rempah-rempah.
“Kalau kita menyatakan bahwa Ternate adalah Kota Rempah, maka wujud nyatanya harus terlihat. Produk-produk UMKM dan kuliner harus berupaya membangkitkan dan memajukan industri turunan rempah,” katanya.
Kegiatan bedah buku tersebut dilanjutkan dengan diskusi panel bersama sejumlah akademisi dan sejarawan serta sesi tanya jawab interaktif yang diikuti mahasiswa dan dosen UMMU.
Tim Redaksi





