TERNATE — BKKBN Provinsi Maluku Utara menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Maluku Utara (TP PKK) dalam menyalurkan bantuan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah percepatan penurunan angka stunting di wilayah Maluku Utara.
Sekretaris Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif TP PKK sebagai “orang tua asuh” merupakan dukungan strategis dalam memastikan anak-anak dari keluarga berisiko stunting mendapatkan asupan gizi yang memadai, khususnya protein hewani.
Menurutnya, pendekatan berbasis keluarga melalui program Genting menjadi strategi konkret dalam mencegah munculnya kasus stunting baru. Intervensi langsung kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) dinilai sebagai langkah krusial agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Oba Utara, Tidore Kepulauan, menyasar tiga keluarga risiko stunting. Bantuan yang disalurkan berupa paket bahan pangan bergizi tinggi seperti beras, telur, dan susu formula guna menunjang kebutuhan nutrisi harian anak.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara, Rusni Sarbin. Ia menegaskan bahwa program Genting merupakan bentuk tanggung jawab moral bersama untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Selain itu, kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas DP3A Provinsi Maluku Utara serta Dinas OPDKB Kota Tidore Kepulauan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program pencegahan stunting.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama BKKBN berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program Genting ke wilayah lain sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menekan angka stunting di daerah tersebut.





