Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) berteknologi tinggi, KRI Canopus 936, menjadi simbol kolaborasi strategis antara Indonesia dan Jerman dalam penguatan riset kelautan nasional.
Kapal ini dibangun di Batam dan proses penyelesaiannya dilakukan di Lemwerder, Niedersachsen, Jerman. Kehadirannya menandai lompatan besar kemampuan Indonesia di bidang survei hidrografi dan oseanografi, khususnya dalam pemetaan wilayah laut dalam yang sebelumnya belum dapat dilakukan secara optimal.
Dengan dukungan teknologi sensor bawah laut mutakhir, KRI Canopus 936 mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter. Kemampuan tersebut memungkinkan pengumpulan data akurat di wilayah ekstrem yang sulit dijangkau manusia.
Komandan KRI Canopus 936, Kolonel Indragiri, menjelaskan bahwa kapal ini dilengkapi berbagai perangkat canggih untuk mendukung penelitian bawah laut. Salah satunya adalah Remotely Operated Vehicle (ROV) yang dapat meneliti, mengamati, serta mendeteksi objek atau fitur tertentu di dasar laut.
Selain itu, kapal ini juga memiliki Autonomous Vehicle berteknologi modern yang berfungsi memetakan kondisi bawah laut secara detail. Perangkat tersebut mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai karakteristik dan potensi yang terdapat di kedalaman laut Indonesia.
Keberadaan KRI Canopus 936 diharapkan semakin memperkuat kemandirian Indonesia dalam pengumpulan data hidrografi dan oseanografi, sekaligus mendukung kepentingan pertahanan, keselamatan pelayaran, serta pengelolaan sumber daya kelautan nasional.
Tim Redaksi





