TERNATE – Kegiatan Malut Halal Fair 2026 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara resmi diluncurkan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, di Duafa Center, Ternate, Rabu (4/3/2026).
Peluncuran kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Solahuddin Al Ayub, Kepala Perwakilan BI Maluku Utara Handi Susila, Wakapolda Maluku Utara, serta Danlanal Ternate.
Malut Halal Fair 2026 mengusung tiga pilar utama, yakni pengembangan ekonomi syariah, penguatan halal value chain (HVC), serta penguatan sektor keuangan syariah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mendorong pertumbuhan industri halal dan memperkuat daya saing produk UMKM di Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly Tjoanda Laos menegaskan bahwa pada tahun 2026 terdapat sekitar 5.000 kuota sertifikasi halal, meningkat dibandingkan tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa sertifikasi halal tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga berdampak pada kenaikan nilai jual serta perluasan akses pasar produk UMKM.
“Kita di Maluku Utara harusnya punya banyak produk dengan sertifikasi halal,” tegasnya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa tahun 2026 merupakan batas akhir toleransi bagi pelaku UMKM yang belum memiliki sertifikasi halal dalam kegiatan pameran dan outlet yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Mulai tahun 2027, seluruh UMKM yang terlibat dalam kegiatan Pemprov Maluku Utara wajib memiliki sertifikasi halal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Maluku Utara Bank Indonesia, Handi Susila, menjelaskan bahwa Malut Halal Fair 2026 akan berlangsung selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Maret 2026.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan meliputi bazar UMKM, talkshow dan sosialisasi, layanan penukaran uang, fasilitasi sertifikasi halal, serta edukasi zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), pelaku UMKM, serta mitra strategis lainnya.
Melalui Malut Halal Fair 2026, diharapkan ekosistem halal di Maluku Utara semakin kuat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis syariah secara berkelanjutan.
Tim Redaksi





