Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui kebijakan strategis yang pro-rakyat, Gubernur Sherly Tjoanda secara resmi meluncurkan program mudik bersubsidi Lebaran 2026 dengan memberikan potongan harga tiket kapal laut sebesar 50 persen.
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat kepulauan yang selama ini sangat bergantung pada transportasi laut untuk mobilitas antarwilayah. Momentum Lebaran yang identik dengan tradisi pulang kampung kerap diiringi lonjakan harga tiket dan peningkatan jumlah penumpang. Karena itu, kehadiran kebijakan subsidi ini dinilai sangat tepat dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Berdasarkan sumber terpercaya yang diidentifikasi media ini, program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman agar dapat merayakan Lebaran bersama keluarga dengan biaya transportasi yang lebih terjangkau. Subsidi tiket berlaku untuk perjalanan pulang dan pergi pada periode 12 hingga 31 Maret 2026. Sementara itu, penjualan tiket telah dibuka sejak 5 Maret 2026 melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah daerah bekerja sama dengan operator pelayaran.
Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah daerah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Ia menyadari bahwa biaya transportasi sering kali menjadi kendala utama bagi warga yang ingin berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Selain memastikan keterjangkauan harga, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang. Koordinasi intensif dilakukan dengan pihak terkait guna memastikan kesiapan armada kapal, kelayakan operasional, serta penerapan standar keselamatan pelayaran sesuai regulasi yang berlaku. Pengawasan terhadap jadwal keberangkatan dan kapasitas penumpang juga akan diperketat guna menghindari penumpukan dan potensi gangguan selama arus mudik.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Meningkatnya mobilitas warga antarwilayah diperkirakan akan mendorong aktivitas perdagangan, sektor jasa, serta perputaran uang di daerah selama momentum Lebaran.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program mudik bersubsidi ini secara bijak dan melakukan pembelian tiket lebih awal agar tidak kehabisan kuota yang telah disediakan. Dengan sinergi antara pemerintah, operator pelayaran, dan masyarakat, arus mudik Lebaran 2026 di Maluku Utara diharapkan berlangsung aman, tertib, dan penuh kebahagiaan.
Tim Redaksi





