Harga Kelapa di Halmahera Utara Anjlok, Petani Terima Bersih di Bawah Rp2.500 per Buah

Harga buah kelapa di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) kembali mengalami penurunan. Untuk kelima kalinya dalam beberapa waktu terakhir, harga di tingkat pengepul turun dan kini hanya berkisar antara Rp2.000 hingga Rp2.200 per buah, sehingga berdampak langsung pada pendapatan petani.

Sejumlah pengepul di wilayah Galela mengungkapkan bahwa turunnya harga diduga dipicu oleh melemahnya permintaan pasar internasional. Berkurangnya jumlah negara tujuan ekspor disebut menjadi salah satu faktor utama penyebab penurunan tersebut.

“Dulu sekitar lima negara mengambil produk dari PT Nico. Sekarang tinggal tiga. Permintaan luar negeri turun, otomatis harga di sini ikut turun,” ujar seorang pengepul di Galela yang enggan disebutkan namanya, (2/2026).

Meski demikian, para pengepul mengaku tidak pernah menerima penjelasan resmi dari pihak perusahaan terkait alasan pasti perubahan harga. Informasi yang mereka peroleh hanya sebatas kabar dari sesama pengepul setelah terjadi penyesuaian harga di lapangan.

“Soal ini tidak pernah dijelaskan secara resmi. Biasanya kami dengar dari sesama pengepul. Ini sudah yang kelima kalinya harga turun, tapi alasannya tidak pernah disampaikan,” kata pengepul lainnya.

Saat ini, perusahaan pengolahan kelapa, PT Nico, menetapkan harga dasar sekitar Rp2.500 per buah. Namun, setelah dipotong berbagai biaya operasional seperti upah buruh, ongkos angkut menggunakan kendaraan viar, serta pengeluaran lain yang rata-rata mencapai Rp100 per buah untuk masing-masing komponen, harga bersih yang diterima petani menjadi lebih rendah dari harga dasar tersebut.

Tim Redaksi

More From Author

Ibu Bupati Sula Resmi Menikah, Doa Kebaikan Mengalir untuk Pasangan Pengantin

Menko Polkam: Kekuatan Udara Ditentukan Disiplin dan Kesiapan Prajurit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *