SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara resmi membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Gebyar Pasar Murah yang dipusatkan di Kampong Ramadhan, Taman Sultan Tidore, Senin (2/3).
Program yang diinisiasi oleh Dinas Pangan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini bertujuan menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga bahan pokok menjelang hari raya.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh paket kebutuhan pokok bersubsidi dengan harga Rp50.000. Paket tersebut berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 2 kilogram. Jika dibeli di pasar umum, nilai paket tersebut diperkirakan mencapai Rp170.000 hingga Rp180.000.
“Program ini memberikan penghematan yang cukup besar bagi masyarakat dan diharapkan dapat meringankan kebutuhan rumah tangga selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Gubernur.
Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan sekitar 9 ton paket sembako atau setara dengan 1.000 kupon belanja dari Dinas Pangan. Selain itu, Dinas Perindag juga menyalurkan 300 paket untuk warga Sofifi dan 700 paket bagi masyarakat di Pulau Tidore. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga dengan kategori ekonomi rendah (Desil 1–5).
Selain paket subsidi, Perum Bulog juga menyiagakan stok Beras SPHP dengan harga Rp12.000 per kilogram serta Minyak Kita seharga Rp15.700 per liter yang dapat dibeli masyarakat umum.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat. Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan warga, Gubernur langsung menetapkan sejumlah kebijakan strategis di lokasi.
Pertama, pemerintah menginstruksikan Dinas Sosial untuk segera mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu guna mempertahankan status Maluku Utara sebagai provinsi Universal Health Coverage (UHC).
Kedua, pemerintah membuka akses pembiayaan modal usaha hingga Rp3 juta melalui program PNM Mekaar bagi pelaku usaha mikro, khususnya ibu rumah tangga yang menjalankan usaha takjil dan kue lebaran.
Ketiga, pemerintah memastikan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan Pasar Galala Tikep akan mulai dikerjakan pada Juli 2026.
“Target utama kita adalah menekan inflasi daerah, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan,” tegas Gubernur.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan paket sembako secara simbolis serta peninjauan langsung lapak pedagang di Kampong Ramadhan oleh Gubernur bersama Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Maluku Utara, perwakilan Badan Pangan Nasional, Kepala Bulog Ternate, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Tim Redaksi





