BOGOR — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) memberikan pembekalan khusus berupa latihan menembak kepada peserta Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada hari terakhir kegiatan tersebut. Latihan berlangsung di Lapangan Tembak Pistol Bayu Aji dan Mirwariyadin, Batalyon 13 Grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Bogor, Minggu (1/2).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program pembinaan bela negara yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman wartawan terhadap dunia pertahanan, khususnya terkait penggunaan senjata api dan standar keselamatan di lingkungan berisiko tinggi.
Sebelum praktik menembak dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu menerima pengarahan teknis dari para instruktur TNI. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan senjata api, sikap dasar menembak, prosedur keselamatan, hingga etika berada di area latihan militer. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di bawah pengawasan ketat pelatih profesional.
Dengan penuh antusiasme, para wartawan mengikuti latihan menembak menggunakan pistol G2 Combat produksi PT Pindad. Senjata tersebut diperkenalkan sebagai salah satu produk unggulan industri pertahanan nasional yang telah digunakan oleh berbagai satuan TNI dan Polri.
Latihan menembak ini tidak bertujuan menjadikan wartawan sebagai penembak, melainkan memberikan pemahaman praktis agar insan pers memiliki wawasan yang memadai saat meliput kegiatan militer, latihan tempur, maupun wilayah yang memiliki tingkat risiko keamanan tinggi.
Kemhan RI berharap pembekalan ini dapat memperkuat profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik secara aman, bertanggung jawab, dan berintegritas, sekaligus menumbuhkan kesadaran bela negara di kalangan insan pers.
Kegiatan latihan menembak tersebut sekaligus menjadi penutup Retret PWI, yang sebelumnya diisi dengan berbagai materi strategis terkait pertahanan negara, wawasan kebangsaan, dan peran pers dalam menjaga persatuan nasional.
Tim Redaksi





