Lokakarya Program KREASI Tahun Kedua Digelar, Pemkab Halmahera Utara Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Halmahera Utara – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar kegiatan Lokakarya Capaian Program KREASI Tahun Pertama dan Rencana Implementasi Program Tahun Kedua, yang berlangsung di ruang pertemuan Fredy Tjandua, lantai II Kantor Bupati, Kamis (26/2).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang SDM, Pendidikan, dan Kemasyarakatan, Wenas Rompis, yang hadir mewakili Bupati Halmahera Utara.

Dalam sambutannya, Rompis menyampaikan bahwa lokakarya ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian pelaksanaan program KREASI pada tahun pertama sekaligus merumuskan strategi implementasi di tahun kedua.

“Hari ini kita melaksanakan lokakarya untuk membahas capaian program KREASI tahun pertama serta merencanakan implementasi tahun kedua di Kabupaten Halmahera Utara. Melalui lokakarya ini, kita mengidentifikasi berbagai persoalan pendidikan dan mencari solusi yang akan menjadi agenda perbaikan ke depan,” ujarnya.

Ia juga berharap program KREASI tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, khususnya Tobelo, tetapi dapat diperluas hingga ke seluruh kecamatan agar manfaatnya dirasakan secara merata.

Menurutnya, memasuki tahun kedua pelaksanaan, program KREASI diharapkan terus berlanjut sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. “Atas nama Pemerintah Daerah, saya secara resmi membuka Lokakarya Capaian Program KREASI Tahun Pertama dan Rencana Implementasi Program Tahun Kedua di Kabupaten Halmahera Utara,” kata Rompis.

Program KREASI sendiri merupakan kolaborasi untuk edukasi anak Indonesia yang diluncurkan pada Maret 2025. Program ini melibatkan Pemerintah Indonesia bersama mitra, di antaranya Save the Children dan Global Partnership for Education (GPE), dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar.

KREASI menargetkan peningkatan kemampuan literasi, numerasi, serta pendidikan karakter bagi siswa TK/RA dan SD/MI di empat provinsi dan delapan kabupaten, dengan cakupan sekitar 560 sekolah hingga Juni 2028.

Kolaborasi program melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Bappenas, serta konsorsium Mitra Pendidikan Indonesia (MPI). Pendanaan program berasal dari GPE dan pengelolaannya dilakukan oleh Save the Children Indonesia, dengan fokus pada penguatan kurikulum, sistem asesmen, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, perwakilan penjaminan mutu pendidikan wilayah Maluku Utara, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan TK, Sekretaris Dinas P3A Provinsi Maluku Utara, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, serta para undangan lainnya.

More From Author

Safari Ramadhan di Halmahera Utara, Wagub Malut Dorong Penguatan Ekonomi dan Stabilitas Pangan

Pemprov Maluku Utara Perkuat Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *