Tangerang Selatan – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Initial Planning Conference (IPC) Latihan Bersama Multilateral Super Garuda Shield (SGS) 2026 bersama perwakilan militer negara-negara Indo-Pasifik. Kegiatan ini berlangsung pada 9–13 Februari 2026 di Gedung Soebijanto Djojohadikusumo, Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan.
IPC SGS 2026 menjadi forum awal untuk menyamakan persepsi, membangun kepercayaan, serta memperkuat kerja sama pertahanan melalui mekanisme latihan bersama multilateral. Forum ini juga mencerminkan komitmen TNI dalam mendorong diplomasi militer guna menciptakan stabilitas dan perdamaian kawasan melalui dialog dan kolaborasi latihan.
Kegiatan dibuka oleh Komandan Pusat Latihan (Danpuslat) Kodiklat TNI, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Ramot Christian Parlindungan Sinaga, S.E., M.Han., yang bertindak sebagai Ketua Delegasi (Head of Delegation/HoD) Indonesia. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa IPC difokuskan pada peninjauan menyeluruh setiap aspek latihan, mulai dari jumlah personel hingga material yang akan dilibatkan.
“Kepada delegasi TNI, jangan ragu membangun komunikasi dua arah dengan seluruh delegasi negara yang terlibat. Momentum ini sangat penting untuk bertukar pengalaman, baik terkait latihan maupun operasi, sebagai bagian dari penguatan kepercayaan dan kerja sama antar angkatan bersenjata,” ujar Marsma TNI Ramot yang juga menjabat sebagai Direktur Latihan (Dirlat) SGS 2026.
Sementara itu, Kepala Delegasi Amerika Serikat dari U.S. Indo-Pacific Command (USINDOPACOM), Tamaribuchi, menyampaikan bahwa IPC bertujuan menyusun rencana latihan yang komprehensif dan aplikatif. Ia menekankan pentingnya diskusi terbuka dan kolaboratif agar latihan yang dirancang mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh negara peserta.
Melalui IPC Super Garuda Shield 2026, TNI menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam memperkuat kerja sama pertahanan kawasan Indo-Pasifik serta mendukung prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.





