Halmahera Selatan – Sebuah kapal ikan Inka Mina 788 asal Panamboang dilaporkan tenggelam setelah diduga ditabrak sebuah tugboat (takbot) yang sedang menarik ponton dari Obi menuju Bacan. Insiden tersebut terjadi di perairan Tanjung Gurango, Kabupaten Halmahera Selatan, dan mengakibatkan kapal bersama sejumlah perlengkapannya tenggelam ke dasar laut. ( 06/07/2026 )
Peristiwa itu sontak menjadi perhatian serius, karena kapal Inka Mina 778 merupakan aset utama yang digunakan untuk kegiatan penangkapan ikan. Akibat kejadian tersebut, pemilik kapal mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp1,7 miliar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kecelakaan laut tersebut terjadi ketika tugboat yang sedang menarik ponton melintasi perairan Tanjung Gurango. Hingga kini, kronologi lengkap kejadian masih menunggu hasil penyelidikan dari instansi yang berwenang.
Pemilik kapal menegaskan bahwa pihak tugboat yang diduga terlibat dalam insiden tersebut harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami. Menurutnya, tenggelamnya kapal Inka Mina 778 telah menghilangkan aset bernilai besar yang selama ini menjadi penopang usaha dan mata pencaharian.
“Kami meminta agar pihak tugboat yang diduga terlibat dalam tabrakan ini bertanggung jawab atas seluruh kerugian yang kami alami. Nilai kerugian mencapai sekitar Rp1,7 miliar dan ini bukan kerugian yang kecil,” ungkap pihak pemilik kapal.
Selain menuntut tanggung jawab dari pihak tugboat, pemilik kapal juga mendesak Gubernur Maluku Utara untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani peristiwa tersebut. Mereka berharap pemerintah provinsi tidak tinggal diam, melainkan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengusut penyebab kecelakaan dan memastikan proses penyelesaiannya berjalan secara adil.
Pemilik kapal meminta Gubernur Maluku Utara memberikan perhatian serius terhadap musibah tersebut dengan menginstruksikan dinas maupun instansi yang berwenang untuk turun ke lapangan melakukan pendataan, mengumpulkan fakta-fakta kejadian, serta mengawal proses penyelidikan hingga tuntas.
Menurut pemilik kapal, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan tidak ada pihak yang menghindari tanggung jawab. Mereka berharap pemerintah dapat memastikan adanya kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang mengalami kerugian akibat kecelakaan di laut
Peristiwa tenggelamnya kapal Inka Mina 778 juga menjadi perhatian para nelayan di wilayah Halmahera Selatan. Mereka berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan meminta agar pengawasan terhadap aktivitas kapal-kapal yang menarik ponton di jalur pelayaran nelayan lebih diperketat demi menjamin keselamatan seluruh pengguna laut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak tugboat yang diduga terlibat maupun dari instansi terkait mengenai penyebab pasti insiden tersebut. Proses penyelidikan diharapkan segera dilakukan secara profesional dan transparan untuk mengungkap kronologi kejadian serta menentukan pihak yang bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Tim Redaksi





