Gubernur Jatim dan Gubernur Malut Sepakat Perkuat Jalur Logistik dan Perdagangan antara Jawa Timur dan Maluku Utara

Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mencapai kesepakatan untuk memperkuat kerja sama di bidang logistik dan perdagangan antar daerah.

“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan kedua kepala daerah yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (27/2/2026).

Kerja sama ini difokuskan pada penguatan konektivitas distribusi barang, peningkatan arus perdagangan, serta menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok antara Jawa Timur dan Maluku Utara. Langkah tersebut dinilai strategis mengingat Jawa Timur merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi nasional, sementara Maluku Utara memiliki potensi sumber daya alam dan kebutuhan logistik yang besar.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa sinergi antarprovinsi menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendukung sistem logistik nasional yang lebih efisien.

Menurutnya, Jawa Timur siap menjadi hub distribusi bagi berbagai kebutuhan pokok dan barang industri ke wilayah Indonesia timur, termasuk Maluku Utara. Dengan sistem distribusi yang lebih terintegrasi, diharapkan biaya logistik dapat ditekan dan harga barang di daerah tujuan menjadi lebih stabil.

Sementara itu, Gubernur Sherly Tjoanda menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan Jawa Timur akan membantu memperlancar arus barang ke Maluku Utara sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah.

Selain memperkuat pasokan kebutuhan pokok, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong perdagangan komoditas Maluku Utara seperti hasil perikanan, pertanian, rempah, dan produk olahan agar dapat dipasarkan lebih luas melalui jaringan distribusi Jawa Timur.

Sherly menegaskan bahwa penguatan sistem logistik menjadi salah satu kunci untuk menekan inflasi daerah, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama lanjutan, termasuk pengembangan jalur pelayaran, integrasi rantai pasok, serta kolaborasi pelaku usaha antarprovinsi.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Maluku Utara semakin erat, sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan kawasan barat dan timur Indonesia.

Tim Redaksi

More From Author

Banyak Jabatan Masih Plt dan Plh, Sekprov Malut: Penetapan Pejabat Definitif Harus Objektif dan Transparan

Pemkot dan Yayasan Kolaborasi, Ratusan Penerima Manfaat Terima Santunan di Ternate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *